Senin, 14 Desember 2015

FROZEN RISOLES




1. Latar Belakang Perusahaan
Dalam suatu pemasaran banyak sekali berbagai bentuk dan macam macam aneka ragam makanan dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang termurah hingga yang termahal. Dalam kebutuhan sehari - hari banyak sekali aktifitas yang dijalani dan juga pasti memiliki makanan yang sehat dan bermanfaat bagi tubuh. Makanan - makanan memang sudah banyak sekali yang menjual tetapi makanan ini begitu sangat sederhana dan baik untuk dikonsumsi ketika siang maupun  malam hari untuk masyarakat  kalangan menengah kebawah ataupun menengah ke atas. Makanan ini dibuat dengan cara pembuatan yang sederhana dengan lebih baik dan higienis, begitu juga harga terjangkau dan banyak pula masyarakat yang berminat untuk membelinya dengan rasa yang cukup enak, nikmat, dan lezat.
Oleh karena itu saya memilih jenis usaha yaitu “FROZEN RISOLES” untuk dijual karena untuk mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak lupa makanan khas Indonesia, karena ini merupakan makanan untuk dikonsumsi.



2. Identifikasi Usaha
Nama Usaha               : FROZEN RISOLES
Pemilik Usaha             : Maukiyatul Nisrokhah
Alamat Usaha             :  Ds. Kalijambe Rt 02 Rw 07 , Kec.Sragi , Pekalongan
Contact Person            : 085741969660


3. STRUKTUR MANAGEMEN



4. PRODUKSI

Rencana produksi kami dalam jangka waktu 1bulan sebesar 500 FROZEN RISOLES

 Bahan Baku dan penggunaannya

Bahan-bahan untuk membuat Frozen Risoles:
A. Bahan kulit risol                                 B. Bahan Isi Risol Mayo
1. Tepung terigu                                      1. Mayonaise 
2. Telur                                                     2. Daging smokebeef
3. Mentega                                                3. Keju                                
4. Garam                                                   4. Telur 
5. Air                                                         5. Sause                                               
6. Susu bubuk            
                                  
       Cara pembuatan :

a. Campurkan tepung terigu dengan susu cair, aduk hingga rata.
b. Tambahkan telur yang sudah dikocok, mentega yang telah dicairkan, air, garam, aduk    hingga rata.
c. Kemudian saring adonan.
d. Sediakan Teflon, baluri mentega di atasnya.
e. Dadar adonan kulit risol satu persatu hingga adonan habis.
f. Sisihkan di piring pipih,
g. Isi kulit yang telah didadar dengan smoke beef, mayonnaise, keju, saos, telur, dan saus.
h. lalu lipat kulit dengan rapat,
i. Lumuri kulit yang telah di isi dengan telur yang sudah di kocok.
j. Lalu baluri dengan tepung roti,
k. Goreng, hingga berwarna cokelat keemasan.
l. Frozen Risoles siap disajikan di piring saji

5. MANAGEMENT KEUANGAN

a. Modal Usaha
Modal Sendiri             : Rp. 500.000,-            
Modal pinjaman         : Rp. 1.500.000,-                
Jumlah                         : Rp. 2.000.000,-            

b. Penentuan Harga Produksi

Biaya Baku                                          : Rp. 412.000,00,-
Biaya Penolong                                   : Rp. 143.000,00,-
Total biaya Produksi                           : Rp. 555.000,00,-

Biaya Cetak laporan                           : Rp. 6.000,00,-
Biaya ADM                                          : Rp. 8.000,00,-
Total Biaya Operasional                     : Rp. 14.000,00,-

Harga potong produksi/potong Frozen Risoles adalah :
Frozen Risoles =(Rp. 555.000 + Rp.14.000/500) = Rp. 1.138,-
Menentukan harga jual
Frozen Risoles : Rp. 2.150

c. Penentuan Harga Jual
Perkiraan laba yang diharapkan :
Rp. 3.500 – Rp. 2150 = Rp. 1350

RENCANA PEMASARAN
A. WILAYAH PEMASARAN
Wilayah yang kita jadikan target yaitu wilayah Pekalongan, alasan kita memilih Pekalongan karena bahan-bahan untuk membuat produk ini sangat mudah ditemukan dikota ini
B. Strategi Pemasaran
Ø  Perkenalan Bisnis
Produk yang kami tawarkan merupakan makanan ringan yang lezat, bergizi, dan harga yang terjangkau. Produk ini bernama “FROZEN RISOLES” yaitu risol yang disajikan dengan mayonaise yang sehat untuk dikonsumsi. 
      Ø  Membangun jaringan dengan usaha lain yang dapat mendukung bisnis
Memiliki produk risol mayo ini yang berbahan baku seperti smokebeef, sause, telur, keju, mayonaise. Oleh karena itu kami berniat bekerja sama kepada perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk kami demi meningkatkan kualitas produk kami dan mengenali usaha kami lebih luas
      Ø  Menciptakan inovasi pada desain yang ditawarkan.
Produk kami kali ini yang pertama : risol mayonaise dengan isi yang sehat dan bergizi telur, daging asap, keju, sause. kedepannya kami ingin berinovasi untuk membuat sause risol mayo yang berbeda.
      Ø  Meningkatkan kualitas pelayanan
Menyediakan website untuk wadah para konsumen memberikan saran atas produk yang kami buat.
      Ø  Media pemasaran
Kami akan mempromosikan produk kami melalui jejaring social, promosi face to face.

SELENGKAPNYA DOWNLLOAD DISINI

Senin, 07 Desember 2015

Cara Menghitung Break Even Point dalam Akuntansi
Break Even Point (BEP) ialah titik impas di mana posisi jumlah pendapatan dan biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian dalam suatu perusahaan.

Break Even Point ini digunakan untuk menganalisis proyeksi sejauh mana banyaknya jumlah unit yang diproduksi atau sebanyak apa uang yang harus diterima untuk mendapatkan titik impas atau kembali modal.

Break Event Point memerlukan komponen penghitungan dasar seperti berikut ini:

Fixed Cost. Komponen ini merupakan biaya yang tetap atau konstan jika adanya tindakan produksi atau meskipun perusahaan tidak berproduksi. Contoh biaya ini yaitu biaya tenaga kerja, biaya penyusutan mesin, dll.
Variabel Cost. Komponen ini merupakan biaya per unit yang sifatnya dinamis tergantung dari tindakan volume produksinya. Jika produksi yang direncanakan meningkat, berarti variabel cost pasti akan meningkat. Contoh biaya ini yaitu biaya bahan baku, biaya listrik, dll.
Selling Price. Komponen ini adalah harga jual per unit barang atau jasa yang telah diproduksi.
Rumus yang digunakan untuk analisis Break Event Point ini terdiri dari dua macam sebagai berikut:

Dasar Unit Berapa unit jumlah barang/jasa yang harus dihasilkan untuk mendapat titik impas: BEP = FC /(P-VC)
Dasar Penjualan Berapa rupiah nilai penjualan yang harus diterima untuk mendapat titik impas: FC/ (1 – (VC/P))* Penghitungan (1 – (VC/P)) biasa juga disebut dengan istilah Margin Kontribusi Per Unit.


Agar bisa memahaminya, mari kita praktikkan langsung rumus ini dengan simulasi:

Total Biaya Tetap (FC) senilai Rp 100 juta Total Biaya Variabel (VC) per unit senilai Rp 60 ribu Harga jual barang per unit senilai Rp 80 ribu

Penghitungan BEP Unit

BEP = FC/ (P – VC) BEP = 100.000.000/ (80.000 – 60.000) BEP = Rp 5000

Penghitungan BEP Rupiah

BEP = FC/ (1 – (VC/P)) BEP = 100.000.000/ (1 – (60.000/80.000)) BEP = Rp 400.000.000

Dari analisis inilah perusahaan dapat meramalkan keuntungan yang dapat diperoleh (target laba) berdasarkan berapa penjualan minimumnya. Adapun rumus untuk menghitung target ini sebagai berikut:

BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC)

Mari kita pelajari simulasi untuk menghitung target laba ini. Dengan FC, VC, dan P yang sama dengan contoh sebelumnya, perusahaan ini menargetkan laba sebesar Rp 80 juta per bulan.

BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC) BEP – Laba = (100.000.000 + 80.000.000) / (80.000 – 60.000) BEP – Laba = 180.000.000 / 20.000 BEP – Laba = 9.000 unit atau BEP – Laba = Rp 720 juta (9000 unit x Rp 80.000)

Untuk membuktikan bahwa dengan menjual 9.000 unit perusahaan akan mendapatkan laba Rp 720 juta, mari kita periksa berikut ini: Penjualan Rp 720.000.000 FC Rp 100.000.000 Total VC (Rp 60.000 x 9000 unit) Rp 540.000.000 Total Biaya Rp 640.000.000 Laba Rp 80.000.000